Saturday, February 17, 2007

Be Your Self!

Jadilah dirimu sendiri!, jadilah dirimu sendiri!, itulah kalimat yang sangat lumrah kita dengar baik yang dikatakan teman terdekat kita sampai para selebritis ketika memberikan nasehat bagaimana kita harus menjalani kehidupan ini. Aku belum pernah tahu atau mendengar ada seseorang yang mempermasalahkan kalimat tersebut, tapi aku ingin.
Perilaku seseorang apapun yang dilakukannya, mulai dari cara menguap, berbicara, berbohong, cara menyisir rambut sampai gaya berpakaian tidak lain adalah hasil dari proses imitasi atau tiru-meniru dengan kadar yang tentunya bermacam-macam dan dari sumber yang bermacam-macam pula. Aku misalnya suka gaya bicara orang-orang kulit hitam yang ekspresif oleh karenanya aku selalu berusaha berbicara seperti mereka.seorang pencipta lagu tidak akan bisa menciptakan satu lagupun kalau seumur hidupnya ia belum pernah mendengarkan musik apapun atau dalam bentuk apapun. Aku pikir "be your self" adalah omong kosong, yang ada adalah memilih unuk menjadi seperti apa diri kita apakah kita ingin berlagak seperti seorang selebritis, banci, seniman atau apapun itu sangat tergantung pada pilihan kita. Kalau menjadi diri sendiri diartikan sebagai memilih sendiri mau menjadi apa diri kita tentu itu adalah benar, tapi kalau menjadi diri sendiri diartikan sebagai jati diri yang murni diri kita sendiri tanpa pengaruh diluarnya itu adalah omong kosong. Jadi pada akhirnya kita hanya memilih berdasarkan nurani dan akal kita sendiri mana yang akan kita tiru, apakah kita akan meniru kaum hedonis yang apatis atau meniru para penjahat penindas, para birokrat penipu, benalu-benalu kehidupan ataukah kita ingin meniru para pembebas, juru selamat, al-masih, mesiah, al-mahdi dan semua pencinta sejati kemanusiaan?????

Saturday, February 10, 2007

Selamat Tahun Baru !

Imam Ali dan para sahabat yang lain menetapkan penanggalan didalam Islam dimulai dari Hijrahnya kaum muslimin dari Mekkah ke Madinah bukan dari hari lahirnya Nabi SAW atau turunnya ayat pertama Qur’an. Hijrah adalah momen dimana titik awal pembangunan masyarakat Islam dimulai, dengan berhijrah kaum Muslimin menyatakan perlawanan total atas penindasan yang mereka terima di Mekkah, mereka melawan budaya racun, mereka melawan penguasa dzalim, mereka melawan rentenir, tuan tanah yang menyebabkan sitem kehidupan amburadul, degradasi moral, korupsi, perbudakan, percabulan, perang saudara, tribalisme dan semua masalah ketidak adilan.
Sekarang kita memasuki tahun baru 1428 H yang tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mungkin dengan perayaan-perayaan yang lebih meriah dibanding tahun-tahun lalu, sebelumnya kita tidak mengenal pawai ta’aruf yang banyak digelar di berbagai daerah seperti tahun sekarang. Tapi yang tidak berbeda adalah kondisi sosial negri ini yang tampaknya semakin buruk dan buruk saja. Pada tahun 2005 lalu menurut BPS di Idonesia terdapat 35 juta lebih orang miskin, kemudian pada tahun 2006 malah meningkat menjadi 39,5 juta orang itupun menurut standar pemerintah kita, tetapi kalau menggunakan standar Bank Dunia atas kategori kemiskinan, yakni orang yang berpenghasilan kurang dari 2 US$ per hari maka jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 110 juta orang lebih!. Apapun ocehan pemerintah yang selalu mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi meningkat, lapangan kerja bertambah atau omong kosong lainnya, tapi tetap saja realitasnya pengangguran semakin meluas, kemiskinan yang makin akut, biaya pendidikan yang semakin mahal, utang luar negri yang malah akan ditambah, gizi buruk yang banyak melanda, dan banyak yang lainnya lagi. Belum lagi dalam bidang politik seperti penindasan terhadap umat Islam, penangkapan sewenang-wenang, pembunuhan para aktivis, intervensi asing baik dari segi politik maupun budaya.
Tahun baru Hijriah seharusnya menjadi momen dimana umat Islam meneguhkan kembali kebenaran-kebenaran untuk diperjuangkan terus, tidak dapat dipungkiri bahwa masalah-masalah sosial-politik yang terjadi disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola negri kaya ini. Kemudian untuk aksi individual dari umat Islamnya sendiri untuk tahun yang baru ini antara lain boikot atau berhentilah membeli produk-produk yang perusahaannya mendanai perang terhadap Islam sperti Coca-cola, Danone yang memproduksi Aqua, Mc Donald atau fast food lainnya, Nestle dan banyak lagi. Untuk informasi lebih lengkap saya sarankan untuk mengunjungi www.palestinecampaign.org , www.electronicintifada.net , www.bigcampaign.org , atau www.inminds.com . Karena bagaimana mungkin disatu sisi kita mengaku anti terhadap musuh Islam tapi di sisi lain kita justru mendanai perang terhadap Islam.

Sebagai pengobat rindu, SELAMAT TAHUN BARU,..PENGIKUT MUHAMMAD!!

Revolusi

Api pertentangan akan terus kami nyalakan
Revolusi adalah suatu keharusan
Dimana rakyat tercekik kelaparan
Perempuan sebagai warga kelas dua semakin dimapankan
Dimana kaum kaya sebagai pusat perhatian
Kaum miskin yang terus-menerus dipinggirkan

Air yang mendidih pasti menimbulkan pergolakan
Dalam tungku tipis akan kami dobrak semua rintangan
Ya,...pemberontakan masih terus kami lancarkan
Meskipun kalian tidak bergeming atas semua tindakan
Tapi tetap harus kami lanjutkan
Tidak akan mungkin kami pilih perdamaian
Manakala saudara-saudara kami kalian bungkam dengan pembunuhan

Yang kami saksikan adalah semakin lebarnya jurang kesenjangan
Tidak,,tidak mungkin kami hentikan semua perlawanan
Dimana monopoli adalah suatu kenyataan
Anak-anak tumbuh dengan gizi serba kekurangan
Pendidikan mahal membumbung menjadi khayalan
Dan identitas generasi muda adalah pengangguran

NINA (Dua Sisi)

Sisi Satu

Suasana hati selalu kau yang mengarahkan
Kau duduk diantara teman laki-lakimu
Melucu dengan suara keras dan tawa keras pula
Selalu saja mereka tak bisa jauh darimu
kalau kau ada
Langkah kakimu tegas tampak selalu bergegas
Sepatu kasual, jaket maskulin eye shadow hitam
Semua laki-laki tidak ada yang tidak menginginkanmu
Kebebasan adalah kesan yang kudapat darimu

Sisi Dua

Kau buang rokokmu ketika dari jauh
Ia terlihat mendekat
Bicaramu terbata-bata menangkis tuduhan-tuduhan
Dalam hujan sambil terisak kau berjalan di belakang dia
Pulsa selalu dibelikan tapi HPmu harus disensor
Hebatnya dengan dia kamu bisa tertawa ketika menangis
Blus seksi dan hak tinggi tampak kaku padamu
dengan pacarmu kamu mirip napi dan polisi

Pejabat Jangan Digaji

Mungkin seharusnya para pejabat pemerintahan itu tidak digaji kali ya?
Habis mereka selalu bikin uang rakyat mengalir ke kantong mereka , lembaga-lembaga pemerintahan dijadikan ajang untuk memperkaya diri. bukannnya mengabdikan diri pada rakyat malah minta naik gaji, minta tunjangan macem-macem, minta kendaraan mewah. Huh....keterlaluan memang, ketika rakyat prihatin karena tidak disejahterakan hidupnya yang sebenarnya adalah kewajiban mereka, ini malah ingin terus merampok.
Orang-rang yang ingin menjadi Pegawai Negri adalah orang-orang yang hidupnya ingin mapan, stabil secara finansial, ingin nyaman tidak pusing memikirkan penghasilan untuk biaya hidup karena dengan tidak melakukan apa-apa mereka akan selalu di gaji. Belum lagi korupsi yang terus mereka rancang setiap waktu. Hal ini kontras dengan tujuan berdirinya lembaga pemerintahan, mereka seharusnya adalah orang-orang yang lebih prihatin di banding rakyat bukan sebaliknya. Menjadi kebanggaan ketika seseorang menjadi pejabat pemerintah baik dari level atas sampai yang terbawah, karena hidupnya akan dijamin dengan gaji buta sementara mereka bisa berleha-leha santai tidak bekerja keras. Kalau saja para pejabat tidak digaji atau dijamin hanya sebatas kebutuhan primer saja niscaya tidak akan orang berbondong-bondong ingin jadi PNS, orang-orang yang masuk ke lembaga pemerintahan pasti orang yang benar-benar ingin mengabdi kepada rakyat, bekerja ekstra keras untuk kesejahteraan mereka, mau berkorban dan hidup sederhana. Jadi nanti kalau cari orang yang mau jadi pejabat itu pasti susah.

Apa gunanya PEMERINTAH

Sekarang di negri ini bahkan memelihara unggas menjadi sesuatu yang terlarang, kayak bahaya laten komunis aja. Apakah pemerintah sudah sedemikian frustasinya dalam penanganan flu burung sehingga hanya pelarangan saja satu-satunya alternatif penyelesaian. Indonesia adalah negara yang tertular virus itu oleh negara lain, tapi hanya Indonesia saja yang menerapkan kebijakan pelarangan memelihara ungggas. Pemerintah kita ini memang suka mengambil jalan pintas yang tentunya bersifat instan dalam hal-hal seperti ini agar mereka tidak terbebani dengan masalah seperti itu, tapi untuk penyelesaian yang bersifat politis, seperti penyelesaian kasus Trisakti, Semanggi I&2 atau kasus pembunuhan aktivis HAM Munir dan banyak lagi yang lain, mereka seolah tidak berkuasa sedikitpun, seolah-olah mereka bukan PEMERINTAH. Lalu apa gunanya punya pemerintah kalau menyelesaikan masalah seperti wabah flu burung ini mereka cuman bisa dengan cara melarang nya saja, rakyat yang paling awam sekalipun kalau hanya membuat kebijakan seperti itu gampang-gampang saja tapi masalahnya kan pemerintah mempunyai aparat demikian banyak yang dapat mencarikan solusi dengan fihak-fihak yang terkait dan kompeten dalam bidang tersebut seperti dengan ilmuwan, praktisi kesehatan juga dokter hewan atau apapun lah harusnya pemerintah kan yang lebih mengetahui apa yang mesti dikerjakan, dan itu benar-benar adalah tanggung jawab mereka.
Belum lagi masalah sosial yang ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah tersebut. Ganti rugi sebesar Rp 12.500 /ekor Adalah sangat tidak rasional terutama bagi peternak atau orang yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan menernakan unggas. Setelah mereka diberi ganti rugi untuk unggas mereka yang paling-paling dalam waktu sebulan sudah habis itu mereka tidak akan mempunyai penghasilan karena tidak mempunyai pekerjaan, sedangkan pekerjaan itu sendiri adalah sangat susah di negri yang dipenuhi oleh pengangguran baik terbuka atau terselubung ini. Apa gunanya pemerintah kalau hanya bisa menelantarkan nasib rakyatnya, apa gunanya pemerintah kalau hanya bisa membuat sebuah keluarga amburadul, apa gunanya pemerintah kalau tidak bisa mensejahterakan rakyatnya, sekali lagi apa gunanya pemerintah kalau bisanya cuman membunuhi rakyatnya sendiri.

DEWA 19, band anak TK

Musik dan lirik adalah 2 unsur yang membentuk sebuah lagu, kalau dilihat mayoritas masyarakat menilai satu lagu bagus itu hanya kalau musikalisasinya bagus atau enak didengar saja dan memang itu adalah salah satu unsur yang membuat sebuah lagu dikatakan bagus atau bahkan mengagumkan. Tapi menurutku unsur-unsur yang membentuk sebuah lagu yang benar-benar bagus tidaklah sesederhana itu, selain ditunjang dengan musikalisasi yang memadai, maka syair atau lirik yang terdapat dalam lagupun menjadi unsur yang sama pentingnya, karena bagaimanapun musiknya sangat bagus tetapi kalau liriknya kayak bikinan anak TK rasanya sangat menggelikan, seperti DEWA 19 yang aku pikir namanya harus diganti saja dengan DANI 19 karena secara keseluruhan band DEWA adalah representasi murni Dani, tidak hanya dalam penciptaan lagu tapi sampai kepada attitude band, performen, kostum atau style, dan semua mengenai DEWA. Menggelikan karena ketika dani mencoba mengarahkan DEWA menjadi band religius atau apapun definisinya, yang jelas dani selalu berusaha membawa atribut-atribut cinta yang bersifat spiritual dan universal bahkan kalau lebih dispesifikan yakni kepada cinta sufistik atau mistis yang terasa sangat menggelikan karena dengan lirik-lirik "tinggi" seperti itu bagiku justru menunjukan kebodohan Dani dalam pemahaman terhadap Cinta Illahi dan yang lebih buruknya lagi cinta Illahi oleh Dani dicampurkan dengan cinta hewani yang cabul sehingga menyesatkan.
Kebodohan pertama yang dilakukan dani adalah dari isi teks lirik yang menurutku religius yang dibikin kebanyakan hanya jiplakan saja seperti lagu mistikus cinta, sayap-sayap patah diambil dari syair-syair Kahlil gibran atau lirik 'jika surga dan neraka tak pernah ada masihkah kau ....' Diambil dari syair sufi perempuan Rabi'ah al-adawiyyah juga lagu satu yang berasal dari hadits qudsi. Masalahnya bukan terletak pada pengutipannya tapi DEWA tidak mencantumkan sumber kutipan yang bagi orang awam seolah-olah dari DEWA sendiri, hal ini termasuk kebohongan intelektual dan menunjukan kesempitan wawasan yang dimiliki Dani. Selain itu yang paling penting adalah kesesuaian antara lirik dengan relitas kehidupan Dani yang sangat jauh, dan kesesuaian tersebut juga menurutku adalah salah satu elemen penting yang membuat sebuah band dikatakan bagus. bagaimana mungkin orang yang mengatakan sesuatu seperti dalam lirik satu tapi sahalatpun jarang.
Ketika Forum Pembela Islam dan ormas Islam lainnya mempermasalahkan penggunaan lafadz-lafadz Allah yang dianggap tidak pantas oleh DEWA, aku tidak terlalu gusar justru yang paling membuat aku kesal adalah gambar terakhir dari video klip laskar cinta yakni gambar seorang pejuang palestina yang diiringi lirik '...... bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata'. Anjuran perdamaian seperti itu adalah baik tetapi dengan menampilkan pejuang Palestina seperti itu berarti mengatakan bahwa perlawanan yang dilakukan pejuang Palestina adalah salah dan harus diakhiri. Hal ini sangat menunjukan kebodohan semua orang yang terlibat dalam produksi video klip tersebut termasuk DEWA. Rakyat Palestina berada dibawah penindasan Israel, tanpa embel-embel agamapun penindasan adalah sesuatu yang salah dan merupakan hak sekaligus kewajiban untuk melawan agar penindasan itu berakhir. Tapi anehnya tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut. Menurutmu aneh tidak?.

Rekayasa Keinginan

Apakah mungkin umat islam akan bersatu dalam satu kepemimpinan universal tepat seperti zaman nabi dulu?,pertanyaan ini mungkin bagi sebagian besar umat islam merupakan pertanyaan terbesar mereka pula,dan bagi sebagian yang lain pertanyaan seperti itu disebut sebagai romantisme masa lalu dengan konotasi yang negatif seperti menolak modernisme,kolot,kaku,tidak melihat isyarat zaman atau bahkan dianggap melawan hukum alam.Tapi aku pikir umat ini memang memerlukan kepemimpinan universal yang dapat membawa Islam kedalam realitas kehidupan sehari-hari.Hari ini Islam masih berupa abstraksi-abstraksi dan fragmen-fragmen masa lalu apakah itu benar-benar kondisi realitas umat ataukah rekayasa dari kekuatan counter islam yang menurutku memang benar-benar eksis karena bagaimanapun juga kita tidak bisa menghindar dari yang namanya rekayasa politik dan non politik atau dari politik itu sendiri, pada kenyataannya hal tersebut adalah keniscayaan dunia ini.yang aku bilang rekayasa mungkin bagi orang lain adalah pernyataan yang sama sekali tidak berpijak pada fakta-fakta yang ada,namun aku melihat dan merasakan hal itu.mungkin kita harus berpikir dalam kerangka seperti ini: makanan yang kita makan , pakaian yang kita pakai, musik yang kita dengarkan, perempuan yang kita idam-idamkan atau bahkan bahasa yang kita gunakan semua itu adalah hasil dari suatu rekayasa, faktanya hari ini kita tidak bisa menghindar dari berbagai macam junk-food,kita tidak bisa memilih apakah ingin makan nasi sama sambal, tempe dan lalab atau mie instan yang ragamnya tak terhitung itu, kenyataannya temanku lebih banyak makan mie instan daripada makan nasi. Kita merasa menjadi diri sendiri ketika berpakaian punk atau ketika kita bertanya pada diri sendiri dengan bangga kok aku suka musik emo?, atau jazz, rock atau apapun yang sekarang menjadi trend. Bukannya aku menganjurkan untuk mengenakan kebaya,sarung atau mendengarkan gamelan,cianjuran atau legong tapi aku mau mengatakan bahwa semua kesukaan kita itu tidak secara alami dan ujug-ujug ada pada diri kita, semua itu mengada melalui berbagai evolusi bahkan revolusi baik yang bersifat material maupun spiritual alias rekayasa sosial-kultural dan tak lupa juga politis seperti soal bahasa yang lumrah kita gunakan, apakah kita pernah bertanya kenapa bahasa yang kita gunakan sekarang ini adalah bahasa yang sekarang kita gunakan?, mungkin para ahli linguistik dan antropolog akan mengeluarkan segudang tesis mengenai alamiahnya pembentukan bahasa suatu suku bangsa, dari sekian banyak tesis aku setuju dengan tesis yang intinya berisi bahwa suatu kata terbentuk adalah hasil dari rekayasa kekuatan penguasa dan kata-kata adalah elemen yang membangun bahasa. Ketika di satu belahan dunia bangsa Persia berkuasa maka bahasa yang umum digunakan adalah bahasa Persia dan dibelahan lain dunia bangsa Romawi berkuasa maka bahasa komuniikasipun bahasa Romawi, begitu pula ketika agama Islam yang lahir di tanah Arab berkuasa atas dunia maka bahasa internasional yang digunakan adalah bahasa Arab, jadi kalau sekarang banyak kalangan yang megaku modern mencibirkan mulut ketika ada orang Islam yang banyak menggunakan kata Arab dengan tuduhan kolot dan kaku, terasa lucu karena dulu ketika dunia Islam menjadi kiblat ilmu pengetahuan, orang-orang Eropa belajar bahasa Arab persis seperti kita sekarang 'harus' belajar bahasa Inggris karena literatur-literatur ilmu pengetahuan ditulis dan diucapkan dengan bahasa Arab.
Setiap manusia nenpunyai kecenderungan spiritual dalam jiwanya, spiritual dalam arti yang paling luas karena sejarah peradaban manusiapun tidak terlepas dari evolusi dan pencapaian dalam ranah spiritual. Karena tidak satupun manusia yang dapat bertahan tanpa mencintai dan dicintai dan cinta itu sendiri adalah implementasi paling luhur dari kecenderungan spiritual dan cinta kepada dan dicintai oleh apa yang mafhum didefinisikan sebagai tuhan adalah ekspresi paling tinggi dan paling universal atau kosmopolit dari tingkatan cinta.ketika kaum atheis umumnya dan Mark khususnya menyatakan agama sebagai candu dan candu agama dapat melemahkan, hal itu hanyalah seperti yang disebutkan sebelumnya merupakan suatu rekayasa yang bertujuan untuk mengukuhkan cita-cita politik dari kelompok yang mempunyai kepentingan karena toh pada kenyataannya mereka juga mencintai 'nabi-nabi' mereka seperti kita kaum theis mencintai nabi-nabi kita. lebih jauh lagi merekapun beribadah dengan cara mensakralkan ideologi dan terus-menerus mencari dalil-dalil pembenaran bagi 'agama' mereka. Sungguh suatu ironi terbesar ketika ideologi yang mencita-citakan kebebasan bagi yang tertindas ternyata malah menindas, kita melihat di soviet dulu bagaimana agama dalam berbagai bentuk dianjurakan dalam undang-undang mereka untuk dimusnahkan, gereja-gereja dibakar, para pendeta diintimidasi bahkan dibunuh tanpa alasan dan orang-orang Islam ditindas begitu keras sehingga hari ini banyak wilayah-wilayah tersebut yang memerdekakan diri dengan mengusung Islam sebagai ideologinya, kita juga melihat Cina melakukan hal yang sama masjid-masjid diwilayah-wilayah yang banyak berpenduduk muslim dihancurkan dan para ulamanya dikejar-kejar dan dibunuh. Tibet merupakan satu kasus yang paling memilukan dari sejarah Cina komunis dimana Cina menginvasi Tibet dengan kekerasan yang menyeramkan, menyiksa dan membunuh penduduk dan terutama para biksu yang setia terhadap nilai-nilai spiritual leluhurnya.
Islam hari ini bukan lagi pembebas dari kaum mustadh'afin, Islam hari ini masih merupaka agama dengan mazhab selebritis dimana hanya ajaran-ajaran yang tidak bersentuhan dengan realitas sosial dan politik saja yang diamalkan dengan kata lain umat Islam lebih khusyu mengurusi masalah-masalah remeh seperti bagaimana berpakaian dan berpenampilan menyerupai nabi atau segudang tata-krama dan tata-cara bagaimana membaca al-qur'an dengan benar akan tetapi mengenai bagaimana negara melaksanakan pemerintahan atau falsafah apa yang digunakan menurut Islam tidak pernah menjadi perdebatan apalagi pelaksanaan. Seorang temanku pernah beberapa kali bertanya kepadaku kenapa umat Islam indonesia tidak mau berhukum kepada alqur'an, aku hanya mengatakan padanya bahwa itu adalah masalah rekayasa kesadaran. Karena jujur aku sendiri merasa bodoh untuk memahami bagaimana mungkin di Indonesia ini begitu banyak orang 'shaleh' tapi keadaannya melebihi zaman jahiliyah, aku merasa geram melihat begitu banyak wadah perjuangan umat Islam dan beberapa darinya merupakan organisasi yang bisa dikatakan besar dalam skala nasional tetapi tetap saja Indonesia bukan negara Islam.

LUCU

Suatu kali aku pikir lucu seseorang mengatakan
isteri harus melayani suami
Tapi kali lain aku pikir tidak lucu lagi kalau
suami menjadikan isterinya alas kaki
Sesekali ketika kau katakan
banyak orang kafir aku rasa lucu
Disaat lain aku merasa membencimu ketika
kau halalkan perampokan dan darah saudaramu sendiri
Lucu memang kalau kau tundukkan pandangan
ketika paha perempuan lewat
Tapi benar-benar tidak lucu ketika
setiap perempuan berpakaian seksi
kau sebut pelacur, lebih tidak lucu lagi dalam
tunduknya kepalamu air liurmu menetes
Aku rasa lucu kalau kita berpegang
teguh pada kebenaran
Tapi mungkin tidak lucu kalau
yang lain beda buku yang dibacanya atau
tidak berguru pada gurumu kau perlakukan
sebagai orang bodoh
Rada lucu kalau kau sebut dana adalah
bagian penting dari perjuangan
Tapi sangat lucu sekali bagaimana
uang dengan mudah bisa merubahmu

HIV ( Hedonism Immune Virus )

Jangan omong soal seorang ibu lugu yang
Menularkan HIV kepada bayinya lantaran
Ditulari si suami bejat

Jangan omong soal orang tertular AIDS
Lantaran kebodohan dalam penanganan
Ketika dia berobat dengan jarum atau
Darah yang terinfeksi

Jangan omong soal masyarakat primitif yang
Tak pernah tahu kejahatan kaum kapitalis
Yang tiba-tiba mempunyai label ODHA

Tapi ayo omong soal kalian dulu sangat
Bersenang-senang sampai terbang ke surga
Namun ketika neraka mendatangimu sebagai
Konsekwensinya kalian malah men-setankan
Semua orang dan kalian berperan sebagai
Malaikat paling manis

Ayo omong soal gaya, metode, jenis dan
Segudang varian sex yang kalian praktekkan
Dalam mencapai kepuasan tapi satupun
Akibatnya kalian tidak mau menghadapinya

Ayo omong soal kalian malah mempromosikan kondom
Daripada menganjurkan gaya hidup yang tidak mirip binatang
Tidak menstrumkan alat kelamin kalian kesana-sini
Mengendalikan keinginan yang kekanak-kanakan

Ayo omong soal kalian membenciku karena tidak peduli padamu

Mau Pacaran?

Kalau unsur sex dihilangkan (termasuk ciuman), maka pacaran sudah tidak lagi relevan karena hubungan sex dengan pacar kita itulah yang membuat pacaran tetap eksis. Bagaimana tidak, seksualitas adalah dasar dan tujuan dari pacaran, buktinya semua hal yang menyenangkan dari pacaran, selain sex bisa didapatkan dari hubungan pertemanan yang benar-benar pertemanan, karena pertemanan yang ideal adalah pertemanan yang dibangun dari cinta yang lebih universal hampir sama dengan pacaran hanya saja kalau pacaran cintanya sangat sempit dan dangkal, seseorang tidak akan berkorban untuk manusia lain seperti berkorban terhadap pacarnya. Sampai detik ini aku belum menemukan apa yang istimewa dari pacaran selain seksualitas. Seperti ketentraman dan kenyaman yang didapat dari pacar bisa juga didapat dari teman, seseorang yang bisa menolong kita atau bahkan berkorban untuk kita, seseorang yang selalu ada ketika kita membutuhkan, seseorang yang dengan tulus menyayangi kita, seseorang yang bisa berbagi kebahagiaan, seseorang yang bisa menyenangkan dan membahagiakan kita. Semua itu bisa kita dapatkan tanpa melalui pacaran.
Pacaran adalah suatu medium untuk pelampiasan dari libido sex, terutama bagi laki-laki yang pada kenyataannya hasrat seksual tersebut tidak berjalan alamiah karena lebih banyak disebabkan oleh gempuran industri sex yang dikomersialkan secara membabi-buta dan sangat massif melalui segala macam jalan, dari mulai tayangan-tayangan TV, iklan-iklan, media massa cabul, sampai film-film porno yang dengan sangat mudah didapatkan.
Pacaran juga adalah sebuah ikatan bukan hubungan dan yang namanya ikatan, tanpa keraguan sedikitpun adalah sebuah pembelengguan atau pemasungan kebebasan ekspresional dari seseorang. Seorang cewek yang pacaran akan menjadi napi ditangan cowoknya. Dia akan dilarang merokok, jalan-jalan sendiri atau bareng teman-temannya. Tidak boleh senyum ke cowok lain, tidak boleh ngobrol terlalu lama atau terlalu dekat dengan cowok lain, tidak boleh ketawa terlalu keras, tidak boleh pake pakaian atau warna tertentu, tidak boleh ngaji, tidak boleh merahasiakan isi SMS atau pembicaraan telepon, dan segudang larangan lainnya lagi.
Jadi kalau kita bukan orang yang setuju dengan sex bebas, maka pacaran benar-benar merupakan hal yang irasional, mendingan langsung nikah supaya bisa pacaran secara holistik atau menyeluruh termasuk esek-esek. Dan pacaran yang itu sangat-sangat relevan.

Banjir oh Banjir ./..

Aku tidak punya komentar apa-apa tentang banjir di jakarta ini, katanya pengaturan kanal-kanal untuk saluran air kota jauh lebih baik pada saat Batavia dibawah kekuasaan Belanda karena mereka tahu Batavia mirip dengan Amesterdam yang rawan bajir. Kalau sudah begini apalagi yang mau dikomentari, turunkan si abang yang tidak becus yang ingin terus berkuasa itu!