Musik dan lirik adalah 2 unsur yang membentuk sebuah lagu, kalau dilihat mayoritas masyarakat menilai satu lagu bagus itu hanya kalau musikalisasinya bagus atau enak didengar saja dan memang itu adalah salah satu unsur yang membuat sebuah lagu dikatakan bagus atau bahkan mengagumkan. Tapi menurutku unsur-unsur yang membentuk sebuah lagu yang benar-benar bagus tidaklah sesederhana itu, selain ditunjang dengan musikalisasi yang memadai, maka syair atau lirik yang terdapat dalam lagupun menjadi unsur yang sama pentingnya, karena bagaimanapun musiknya sangat bagus tetapi kalau liriknya kayak bikinan anak TK rasanya sangat menggelikan, seperti DEWA 19 yang aku pikir namanya harus diganti saja dengan DANI 19 karena secara keseluruhan band DEWA adalah representasi murni Dani, tidak hanya dalam penciptaan lagu tapi sampai kepada attitude band, performen, kostum atau style, dan semua mengenai DEWA. Menggelikan karena ketika dani mencoba mengarahkan DEWA menjadi band religius atau apapun definisinya, yang jelas dani selalu berusaha membawa atribut-atribut cinta yang bersifat spiritual dan universal bahkan kalau lebih dispesifikan yakni kepada cinta sufistik atau mistis yang terasa sangat menggelikan karena dengan lirik-lirik "tinggi" seperti itu bagiku justru menunjukan kebodohan Dani dalam pemahaman terhadap Cinta Illahi dan yang lebih buruknya lagi cinta Illahi oleh Dani dicampurkan dengan cinta hewani yang cabul sehingga menyesatkan.
Kebodohan pertama yang dilakukan dani adalah dari isi teks lirik yang menurutku religius yang dibikin kebanyakan hanya jiplakan saja seperti lagu mistikus cinta, sayap-sayap patah diambil dari syair-syair Kahlil gibran atau lirik 'jika surga dan neraka tak pernah ada masihkah kau ....' Diambil dari syair sufi perempuan Rabi'ah al-adawiyyah juga lagu satu yang berasal dari hadits qudsi. Masalahnya bukan terletak pada pengutipannya tapi DEWA tidak mencantumkan sumber kutipan yang bagi orang awam seolah-olah dari DEWA sendiri, hal ini termasuk kebohongan intelektual dan menunjukan kesempitan wawasan yang dimiliki Dani. Selain itu yang paling penting adalah kesesuaian antara lirik dengan relitas kehidupan Dani yang sangat jauh, dan kesesuaian tersebut juga menurutku adalah salah satu elemen penting yang membuat sebuah band dikatakan bagus. bagaimana mungkin orang yang mengatakan sesuatu seperti dalam lirik satu tapi sahalatpun jarang.
Ketika Forum Pembela Islam dan ormas Islam lainnya mempermasalahkan penggunaan lafadz-lafadz Allah yang dianggap tidak pantas oleh DEWA, aku tidak terlalu gusar justru yang paling membuat aku kesal adalah gambar terakhir dari video klip laskar cinta yakni gambar seorang pejuang palestina yang diiringi lirik '...... bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata'. Anjuran perdamaian seperti itu adalah baik tetapi dengan menampilkan pejuang Palestina seperti itu berarti mengatakan bahwa perlawanan yang dilakukan pejuang Palestina adalah salah dan harus diakhiri. Hal ini sangat menunjukan kebodohan semua orang yang terlibat dalam produksi video klip tersebut termasuk DEWA. Rakyat Palestina berada dibawah penindasan Israel, tanpa embel-embel agamapun penindasan adalah sesuatu yang salah dan merupakan hak sekaligus kewajiban untuk melawan agar penindasan itu berakhir. Tapi anehnya tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut. Menurutmu aneh tidak?.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment