Jadilah dirimu sendiri!, jadilah dirimu sendiri!, itulah kalimat yang sangat lumrah kita dengar baik yang dikatakan teman terdekat kita sampai para selebritis ketika memberikan nasehat bagaimana kita harus menjalani kehidupan ini. Aku belum pernah tahu atau mendengar ada seseorang yang mempermasalahkan kalimat tersebut, tapi aku ingin.
Perilaku seseorang apapun yang dilakukannya, mulai dari cara menguap, berbicara, berbohong, cara menyisir rambut sampai gaya berpakaian tidak lain adalah hasil dari proses imitasi atau tiru-meniru dengan kadar yang tentunya bermacam-macam dan dari sumber yang bermacam-macam pula. Aku misalnya suka gaya bicara orang-orang kulit hitam yang ekspresif oleh karenanya aku selalu berusaha berbicara seperti mereka.seorang pencipta lagu tidak akan bisa menciptakan satu lagupun kalau seumur hidupnya ia belum pernah mendengarkan musik apapun atau dalam bentuk apapun. Aku pikir "be your self" adalah omong kosong, yang ada adalah memilih unuk menjadi seperti apa diri kita apakah kita ingin berlagak seperti seorang selebritis, banci, seniman atau apapun itu sangat tergantung pada pilihan kita. Kalau menjadi diri sendiri diartikan sebagai memilih sendiri mau menjadi apa diri kita tentu itu adalah benar, tapi kalau menjadi diri sendiri diartikan sebagai jati diri yang murni diri kita sendiri tanpa pengaruh diluarnya itu adalah omong kosong. Jadi pada akhirnya kita hanya memilih berdasarkan nurani dan akal kita sendiri mana yang akan kita tiru, apakah kita akan meniru kaum hedonis yang apatis atau meniru para penjahat penindas, para birokrat penipu, benalu-benalu kehidupan ataukah kita ingin meniru para pembebas, juru selamat, al-masih, mesiah, al-mahdi dan semua pencinta sejati kemanusiaan?????
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment